Wahid Sabillah's

Personal Blog

Setelah Setahun Lebih

Leave a Comment
Hallo...

Setelah menulis terakhir di September 2020 lalu, kehidupan saya naik turun bagai roller coaster.

Kehidupan saya berubah banyak sekali, saya sudah menikah di bulan Maret 2021 lalu dan sekarang saya lagi menunggu momen untuk menjadi Bapak.

Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau dalam waktu dekat saya akan menjadi seorang Bapak. Menjadi seorang manusia yang akan menjadi contoh dari manusia kecil yang lahir dari rahim istri saya nanti. Apakah saya bisa menjadi Bapak yang baik? Apakah saya bisa menjadi teladan untuk anak saya kelak? Saya rasa menjadi Bapak yang baik adalah salah satu hal yang sulit bagi saya, ditambah ketika nanti saya menjadi seorang Bapak, saya tidak bisa menanyakan perihal menjadi Bapak kepada Bapak saya lagi. 

Ya awal tahun ini, tepatnya 6 Januari 2021, Bapak nomer satu di dunia pulang meninggalkan dunia dan juga kami semua.

Sepeninggal Bapak di awal tahun ini, yang saya bisa lakukan adalah mengingat-ingat kembali nasihat-nasihatnya. Almarhum Bapak adalah penasihat nomer wahid di keluarga. Beliau selalu punya solusi yang ciamik untuk kami semua. 

Sayangnya, saya belum pernah langsung bertanya kepada almarhum tentang bagaimana menjadi Bapak yang baik, bagaimana caranya menjadi tulang punggung yang bisa menjaga agar dapur tetap ngebul, bagaimana caranya agar anak-anaknya tetap bisa bersekolah dan juga bagaimana cara mengajari anak-anaknya tentang ilmu agama dan juga ilmu dunia. Yang bisa saya lakukan sekarang adalah mengingat-ingat apa yang beliau lakukan selama berada bersama kami.

Andaikan Bapak masih ada, pasti saya sudah banyak belajar dan menanyakan tips dan trick ciamik dalam membangun bahtera rumah tangga. Andaikan Bapak masih ada, pasti saya sudah banyak bertanya kira-kira dalam beberapa tahun ke depan akan ada tantangan apa saja. Andaikan Bapak masih ada... Ah banyak sekali yang ingin saya tanyakan perihal menjadi Bapak dan kepala rumah tangga.

Apakah ketika anak saya sudah lulus kuliah nanti, ketika saya tahu kalau ia mendapatkan undangan untuk interview, saya harus menelponnya 2x di hari itu? Apakah ketika anak saya sudah TK nanti, apakah saya harus menggendongnya ke kamar karena ia sudah terlelap di depan TV? Apakah ketika anak saya sudah SD nanti, saya harus memeluknya saat ia sakit panas? Apakah ketika anak saya sudah SMP nanti, saya harus mengajarinya bagaimana mengendarai mobil? Karena yang saya tahu, almarhum Bapak saya melakukan itu semua kepada saya.

Ah ternyata saya merindukan Bapak sehebat ini.

Setelah berbulan-bulan akhirnya saya merasakan rindu yang amat sangat kepadanya. Terlepas dari keinginan untuk meminta nasihat dan doanya, saya juga kangen memeluknya di saat setelah sholat ied seperti di tahun 2020 lalu, saya kangen mendengar suaranya membangunkan kami saat subuh, saya rindu sekali duduk berdua bersama beliau di mobil saat pulang dari Bogor.

Photo by Liane Metzler on Unsplash

Akan tiba masa si anak akan menjadi bapak. Akan tiba juga Bapak akan pergi meninggalkan anak, dan seorang bapak yang baik akan kekal dalam ingatan dan perbuatan anak.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 saran:

Post a Comment