Wahid Sabillah's

Personal Blog

Belajar Bahagia

Leave a Comment



Pasti kita sepakat bahwa bahagia adalah rasa manis yang timbul di dalam hati yang bisa kita rasakan dengan cara masing-masing. Mungkin datang ketika ada offering letter masuk ke email setelah enam bulan tidak bekerja karena Covid, atau ketika kabar teman lama mengundang kita ke acara resepsi nikah virtualnya, atau ketika menyadari kalau satu persatu masalah mulai surut lalu kita menemukan tujuannya.


Dari kecil kita diajari berbagai macam hal. Saya sedari kecil diajari cara bernyanyi, cara bermain musik, agak besar sedikit diajari cara memasang busi sepeda motor, cara menyetel kopling mobil, cara menguras minyak rem, cara memangkas rumput dan banyak lagi pelajaran pelajaran yang saya dapat, tapi saya baru menyadari kalau saya tidak pernah diajarkan untuk belajar bahagia secara langsung.


Mungkin hampir semua dari kita tidak pernah secara langsung diajarkan untuk belajar bahagia. Masalah bahagia memang sulit. Nafsu dan ego manusia yang bermain di sini. Kalau sudah menyangkut dengan nafsu dan ego susah juga, dan baru-baru kali ini saja ada kelas tentang bagaimana cara mencari kebahagiaan karena banyak juga ternyata orang-orang yang butuh belajar bahagia.


Dari semua pengalaman yang saya lalui, akhirnya saya menemui kunci dari belajar bahagia.


Jangan Iri Dengki. Belajar Nerimo.


Nafsu dan ego manusia memang susah diatur. Melihat teman membeli sepeda baru rasanya ingin punya, melihat teman membeli motor baru rasanya ingin punya. Ya wajar saja namanya juga manusia, tapi kadang masalah ketidak mampuan kita untuk meraihnya yang membuat hati gondok. Biasanya yang paling besar adalah masalah ekonomi. Ingin ini ingin itu tapi mentok di duit yang gak ada. Kalau sudah begitu biasanya kita gigit jari dan gondok, kepikiran karena juga ingin punya, sampai ada yang iri dan memilih jalan yang tidak baik seperti mencuri.

Belajar bahagia harus dimulai dengan hati yang ikhlas. Dengan perasaan yang senang. Ya kalau ada teman membeli barang baru sebisa mungkin kita turut bahagia atau paling tidak kita menahan diri untuk tidak iri. Kalau kita ingin punya juga ya jadikan teman itu menjadi motivasi, kalau bisa kejar ya dikejar, tapi jangan sampai gondok dan iri.

Kalau kita sudah berusaha tetapi juga tidak bisa tercapai, ya paling terakhir belajar nerimo. Iya Belajar lagi.

Hidup ini memang penuh dengan belajar dan kita dituntut untuk selalu belajar.

Bahagia timbul dari hati yang bebas.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 saran:

Post a Comment