Tetaplah tersenyum, walau badai menerjang, topan menghadang, dan pelangi perlahan mulai pudar.
Hai. Akhirnya aku melihatmu lagi. Empat belas hari tanpa mendengar suaramu adalah siksa. Kamu sakit, semoga lekas sehat lagi. Aku mengerti betapa tersiksanya didera penyakit kambuhan. Karena aku juga punya sinus yang bisa membuat hariku hancur sempurna seharian.
Tetaplah tersenyum, walau badai menerjang, topan menghadang, dan pelangi perlahan mulai pudar.
Tetaplah tersenyum, walau badai menerjang, topan menghadang, dan pelangi perlahan mulai pudar.
0 saran:
Post a Comment