Mungkinkah aku menunggu yang tak kunjung datang. Setia duduk diam dan menanti dengan harap cemas akankah ia akan datang. Telah kuhubungi nomor telepon genggamnya. Sudah ku kabarkan dengan pesan singkat, namun tak ada jawab. Aku masih menunggu, bersama debu jalan dan teriakan dari kernet metromini yang mungkin belum sarapan. Menunggu ia yang belum juga datang. Dan kemarin kudapati kabar ia tidak akan pernah datang lagi, ia memilih pergi ke benua lain di sana. Serupa debu jalan yang kupijak dan hanyut entah kemana bersama genangan air mata.
0 saran:
Post a Comment