Wahid Sabillah's

Personal Blog

Di Malam Senin

Leave a Comment
Langit sudah mengganti gaunnya. Lampu jalan sudah dinyalakan, membuat bulan dan bintang merasa diduakan. Kau masih asik mematut diri dengan kuas makeup, dengan bedak, gincu, pinsil alis dan entah apalagi namanya.

Empat puluh tiga menit kau mematut wajahmu di depan cermin. Lengkung alis serupa pelangi gelap, tapi aku lebih suka alismu yang lama. Blush on di pipi yang membuat pipimu nampak tirus, tapi aku lebih suka melihat pipimu tanpa sapuan warna warna.

Kau tidak perlu meminta maaf, semua sudah kumaafkan. Pergilah... pergilah... bersama dengan gaun merah jambumu.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 saran:

Post a Comment