Sabtu ini saya movie marathon setelah terakhir beberapa tahun lalu. Diawali dengan Civil War, lalu dilanjutkan dengan Ada Apa Dengan Cinta 2.
Saya tidak akan menceritakan atau mereview tentang dua film itu. Saya ingin berbagi pengalaman dan perasaan movie marathon sendirian.
Ini adalah kali pertama saya movie marathon, pada waktu movie marathon yang lalu saya nonton bersama mantan pacar, ya sekitar lima tahun yang lalu lah. Nonton sendirian banyak untungnya juga ternyata, disaat banyak orang yang sudah antre dan ternyata tidak dapat tempat duduk, saya yang nonton sendirian mendapatkan spot enak untuk menonton kedua film itu.
Selain pengalaman ada juga kenangan yang menyeruak. Tentang kali pertama saya nonton bioskop, tentang kenangan waktu AADC pertama main di teve dan ketika itu saya lagi pusing dengan kerjaan di kantor lama, tentang Hujan Bulan Juni nya Sapardi, tentang kecintaan saya kepada puisi, dan menurut saya puisi di AADC 2 yang dibuat oleh Aan Mansyur juga menohok jika seksama kita dengarkan.
Nonton sendirian di malam minggu adalah cara yang tepat untuk merasakan sepi di tengah keramaian, menguji dan sekaligus mengingatkan kalau sunyi tidak harus berada di tempat-tempat sepi. Mungkin karena saya juga sudah tidak lama melakukan moment of solitude.
Secara keseluruhan movie marathon di malam minggu kali ini sangat menyenangkan walaupun sendirian.
BTW saya kangen sama puisinya rangga di AADC yang pertama. Mari kita baca lagi!
Tentang Seseorang
Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?
Ada Apa Dengan Cinta?
perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku karena aku ingin kamu,itu saja.
0 saran:
Post a Comment