Semalam saya berada di ruang yang sangat gelap. Tapi saya yakin, di sana saya tidak sendiri, saya seperti ditemani oleh mahluk yang saya tidak tau bentuk rupanya, dan saya juga tidak tahu asal mereka darimana. Dua kali saya berada di ruang gelap itu, yang pertama ketika tersadar baju yang saya pakai sudah basah dengan keringat saya sendiri, dan yang kedua kalinya saya berusaha tenang dan saya menemukan kedamaian.
Mimpi yang saya dapat ketika saya deman adalah saya selalu ada di ruang gelap yang saya tidak tahu itu ada dimana. Ruangan yang gelap dengan mahluk aneh atau kadang bola besar yang seperti mengejar-ngejar saya, sehingga tidak jarang ketika saya demam tinggi saya sering mengigau dan meresahkan orang rumah.
Saat saya sakit demam selalu ada kenangan yang menyeruak. Kenangan yang tidak akan pernah saya lupa, dan saya bersyukur dengan datangnya demam saya bisa mengingat kembali kenangan itu.
Dulu, waktu saya masih SD setiap saya demam tinggi, Bapak saya akan tidur di samping saya, dan memeluk saya. Katanya agar suhu badan saya kembali reda. Dengan memeluk anaknya Bapak berharap panas dari anaknya berpindah ke dirinya, dan usaha itu selalu berhasil. Keesokan paginya suhu badan saya turun dan beberapa hari kemudian saya kembali pulih.
Demam juga mengingatkan saya dengan teman teman di sekolah. Ketika demam saya terpaksa tidak masuk sekolah. Ada perasaan senang dan tidak senang saat saya harus tidak masuk sekolah ketika demam. Senang karena tidak masuk sekolah, tidak senang karna saya harus ketinggalan pelajaran dan tidak bertemu teman teman di sekolah beberapa hari.
Kalau lagi sehat dan ingin makan bubur ayam ketika pagi, saya harus pergi untuk membelinya sendiri di dekat sekolah SD saya dulu. Walaupun agak jauh dari rumah, tetapi rasa bubur ayam di sana lebih enak dari bubur ayam dekat rumah. Tetapi ketika saya demam kemarin, bubur ayam dekat sekolah SD hampir selalu ada setiap pagi, tapi rasanya menjadi tidak enak seperti biasanya.
Demam mengingatkan saya dengan putus cinta yang kemudian tersambung lagi. Saat itu saya baru naik kelas 3 SMA. Waktu itu demam saya tinggi, sehingga ketika pacar saya mengirimkan SMS kepada saya, saya jarang membalas, dan sekalinya membalas SMS saya berisikan hal yang tidak jelas. Ketika saya diberitahu SMS apa yang saya kirimkan kepadanya sesudah saya sehat, saya pun tidak mengerti maksud dari SMS yang saya kirim itu.
Pada hari kesekian saat saya demam waktu itu, datanglah dia dengan mengendarai sepeda motor dengan membawa tempat makan yang berisi pasta, dan dua kaleng susu. Selepas saya sehat, saya putus dengannya, saya lupa karna apa, tetapi tempat makan yang dia bawakan harus dikembalikan, saya hanya bertemu tidak sampai lima menit dengannya untuk mengembalikan tempat makan itu di tempat dia kursus, dan hanya ucapan terimakasih yang terucap dari mulut saya waktu itu.
Demam membuat saya harus pulang lebih dahulu saat saya syuting. Waktu itu bulan puasa, kala itu saya masih SD, dan dari tempat saya belajar teater (Sanggar Ananda) sedang membuat proyek film teve untuk lebaran. Waktu itu saya masih punya sisa sekitar tiga scene yang belum di ambil, tetapi saya demam tinggi, saya mengigau di lokasi syuting, dan sutradara film teve itu Kak Aditya Gumay mengizinkan saya pulang duluan dan tiga scene itu digantikan dengan teman saya yang lain.
Sekarang, saya sudah bisa berdamai dengan demam. Saya menemukan cara yang paling ampuh untuk berdamai dengan sakit ini. Cara yang paling ampuh adalah dengan menikmatinya. Saya teringat kata-kata bahwa sakit adalah cara Tuhan menyayangi hambanya. Dengan diberikan sakit, maka dosa yang diperbuat oleh manusia tersebut akan di ampuni. Demam terakhir kemarin saya berusaha untuk menikmatinya, berusaha untuk tidak mengigau, dan semua berjalan lancar. Ternyata sakit juga harus dinikmati, banyak pelajaran yang bisa didapat dari Tuhan memberikan manusia sakit. Dengan sakit saya bisa belajar bersabar, dengan sakit saya bisa mensyukuri saat sehat dan saat sakit saya belajar untuk bisa menikmati hal yang tidak enak.
Hari ini saya sudah hampir pulih, tadi pagi sudah pergi mengurus STNK di POLDA. Walaupun masih berasa melayang tapi Alhamdulillah perjalanan pulang pergi dari rumah menuju POLDA berjalan lancar. Semoga saya cepat pulih sempurna.
Aamiin
Get well fast ya hid :)
ReplyDeleteTerimakasih yes :D
DeleteSegera obati dan sehat kembali.... semangaaat...
ReplyDeleteTerimakasih, yap semangat!!
DeleteSama, saya juga selalu melakukan hal yang aneh kalau demam. Juga, dari kecil hampir setiap bulan demam, ada aja masalahnya. Yang terpenting, saya tidak kuat panas matahari. Eh, kok jadi curhat ini ehehehehe. Tapi ya, benar. Sakit itu memang lebih cepat pulihnya kalau dinikmati dan kita ikhlas merasakannya ^^
ReplyDeleteYang penting kalo dikasih sakit, ikhlas aja ya kakak :D
Delete