Setelah hampir empat tahun kita bersama akhirnya datang juga saat kita mengucapkan kata berpisah.
Perpisahan adalah hal yang pasti akan terjadi kepada setiap orang. Mau tidak mau, suka tidak suka, perpisahan akan mendatangi kita. Perpisahan tidak pernah lepas dari senyum dan tangisan. Kita harus cermat menilai perpisahan, karna air mata tidak selamanya melambangkan kesedihan, dan senyuman tidak selamanya menggambarkan kebahagiaan.
Setelah melewati hampir empat tahun bersama, beberapa minggu yang lalu secara resmi kita berpisah. Bukan perpisahan yang dibatasi dengan samudera dan benua, perpisahan ini hanya berjarak tidak lebih dari satu jam jarak dari rumah saya ke tempat kita biasa bersua.
Teman, kendati saya ingin selalu bersama kalian, tetapi inilah kenyataan. Kita tidak akan pernah sanggup menahan kaki kaki kita untuk kembali melangkah mengarungi perjalanan hidup. Saya tidak bisa menahan kaki kalian, begitupun kalian yang juga tidak bisa menahan kaki saya untuk melangkah. Teman, perpisahan ini akan mengajarkan kita tentang hidup yang tidak akan stagnan. Perpisahan ini menyadarkan kita kalau hidup akan selalu bergerak, kita akan terus bergerak mencari hal baru yang masih banyak belum kita tahu.
Mungkin kita bisa mencari ribuan alasan mengapa kita berpisah, seperti memang sudah jalannya, tapi saya percaya setiap pertemuan pasti ada saat habisnya. Saya menginginkan untuk selalu bersama, tapi pertemuan kita memang sudah datang masa habisnya, dan kita tidak bisa mengelak dari itu semua.

Perpisahan ini tidak seharusnya menjadi pemutus silaturahmi. Walaupun kita tidak bertatap muka, tetapi masih ada fasilitas yang diberikan oleh kemajuan zaman ini untuk kita terus bertegur sapa. Selama empat tahun ini kita bersama erat bergandengan tangan, bahu membahu, mengulurkan tangan kita untuk membantu sahabat kita yang jatuh, tentu perpisahan ini akan membuat itu semua tidak akan berjalan lagi seperti hari hari yang lalu, tetapi berjanjilah disaat ada sahabat kita yang membutuhkan bantuan suatu saat nanti, kita tidak segan untuk mengulurkan tangan, kembali berpegangan untuk menuju kesuksesan.
Anggaplah kita sebagai air yang berjalan bersama, perpisahan ini memecah aliran kita, tapi yakinlah, suatu saat nanti, kita akan bertemu lagi, sama seperti air yang pasti akan kembali bermuara ke laut tempatnya.
Teman, banyak kenangan yang bisa kita ingat lagi di masa akan datang. Kebersamaan kita selama empat tahun pasti akan menjadi cerita yang akan kita bagikan disaat kita bertemu lagi suatu saat nanti. Pada saat ini saya membayangkan, disaat reuni nanti, cerita tentang kekonyolan, kesedihan, kepedihan, kesenangan akan kebersamaan kita selama empat tahun ini akan menjadi cerita yang tidak akan habis habisnya kita bicarakan. Disuatu tempat makan, dengan meja yang melingkar, kita duduk berhadapan sambil menertawakan cerita empat tahun kebersamaan kita. Mungkin kalian akan datang bersama suami/istri dan anak anak kalian, begitupun dengan saya, dan pada saat itulah kita menyadari kalau perpisahan seharusnya tidak menyedihkan.
0 saran:
Post a Comment