Di penghujung Juli ini saya akan bercerita kembali. Sebelum orang orang mengirimkan harapan untuk bulan yang akan berganti kembali, saya ingin menuliskan harapan saya terlebih dahulu, agar harapan saya ada di antrian paling depan dalam antrian harapan harapan manusia di dunia yang akan didengar dan dipilih harapan yang mana yang akan dikabulkan-Nya.
Kepada semesta, saya punya satu harapan di akhir bulan yang sendu ini. Bulan yang meninggalkan warna kelabu di penghujungnya. Saya menuliskan kelabu karna memang benar, di bulan ini saya ditinggalkan beberapa hal. Hal yang pertama, mantan ketua RT di lingkungan rumah saya meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Hal yang kedua, Ramadhan telah pergi meninggalkan saya, dan saya tidak tau, apakah tahun depan saya masih bisa bertemu dengannya atau tidak. Ketiga, saya selalu sedih di akhir Juli, tidak tau mengapa selalu ada perasaan yang menyeruak, dan memberangus semua kebahagiaan saya pada bulan Juli.
Kembali kepada harapan yang ingin saya tuliskan. Harapan saya di bulan Agustus yang akan datang sekitar empat jam lagi tidaklah muluk muluk. Saya tidak berani menuliskan harapan yang terlihat mewah, megah, dan berharap lebih. Saya kapok dengan harapan yang mewah nan megah, kapok karna harapan itu susah terkabulnya. Saya juga sadar batas kemampuan saya untuk mewujudkan harapan yang mewah nan megah itu. Harapan saya di bulan Agustus adalah, jadikanlah saya orang yang pandai bersyukur.
Pergantian bulan bagi diri saya adalah membuka lembaran baru dalam hidup. Saya selalu ingin merasakan rasa yang berbeda di setiap lembaran hidup saya. Walau pada bulan Juli, empat tahun belakangan ini cuaca pada akhir bulan Juli untuk saya berwarna kelabu, saya selalu bersyukur. Tetapi saya tetap berharap, semoga babak baru akan menjadi lebih baik, tidak lagi melulu kelabu.
Saya akan coba menuliskan tentang Agustus saya tahun lalu.
Agustus saya tahun lalu, setelah melewati cuaca yang berwarna kelabu pada Juli 2013, saya mendapatkan hal yang menggembirakan. Penulisan ilmiah saya sudah di hardcover, sertifikat setara D3 saya mulai dicetak, dan saya harus menunggu sampai September untuk mendapatkannya. Agustus tahun 2013 sangat menyenangkan, semua target saya di perkuliahan tercapai, dan saya libur dengan tenang. Sempat pergi mengunjungi saudara di Tulung Agung, berlibur di sana selama seminggu.
*
Hidup ini adalah perjalanan, hidup ini mempunyai cerita, dan di setiap cerita pasti terdiri dari babak babak. Pergantian bulan bagi saya adalah pergantian babak. Seperti di dalam sebuah cerita, babak baru akan memberikan pengalaman yang baru untuk yang menikmatinya. Dalam babak baru ini penikmat akan diberikan kembali bagian bagian ceritanya, dan yakin atau tidak, bagian cerita itu akan menjadi satu di akhirnya, entah menyatu dalam bentuk cerita yang berakhiran bahagia, atau tidak.
Kita semua berharap, bagian dari babak baru ini semoga menjadi babak yang menyenangkan, tidak ada air mata yang tumpah, tidak membuat kita terlalu pusing dalam memikirkan ceritanya, dan nanti di akhir cerita (entah itu kapan) kita berharap akan menjadi cerita yang berakhir dengan istilah "Bahagia Selamanya".
Tapi harapan tinggal harapan, karna perjalanan hidup kita sudah ada yang mengatur. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untuk hambanya. Kita tidak mau diberikan kepingan kesusahan dalam babak baru, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain. Misal dengan kesusahan kita akan menjadi orang yang lebih kuat lagi. Kita tidak berharap diberikan kekurangan uang dalam babak baru, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain. Misal dengan kita diberikan kekurangan uang kita akan menjadi orang yang lebih menghargai uang, tidak melulu menghabiskannya.
Bulan Agustus akan datang, yang berarti babak baru akan dimulai. Semoga babak baru yang akan dimulai esok hari akan menjadi babak baru yang memberikan kita pelajaran, dengan cerita bahagia dan suka dukanya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan ikhlas menerimanya.
Selamat Datang Agustus.
Kepada semesta, saya punya satu harapan di akhir bulan yang sendu ini. Bulan yang meninggalkan warna kelabu di penghujungnya. Saya menuliskan kelabu karna memang benar, di bulan ini saya ditinggalkan beberapa hal. Hal yang pertama, mantan ketua RT di lingkungan rumah saya meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Hal yang kedua, Ramadhan telah pergi meninggalkan saya, dan saya tidak tau, apakah tahun depan saya masih bisa bertemu dengannya atau tidak. Ketiga, saya selalu sedih di akhir Juli, tidak tau mengapa selalu ada perasaan yang menyeruak, dan memberangus semua kebahagiaan saya pada bulan Juli.
Kembali kepada harapan yang ingin saya tuliskan. Harapan saya di bulan Agustus yang akan datang sekitar empat jam lagi tidaklah muluk muluk. Saya tidak berani menuliskan harapan yang terlihat mewah, megah, dan berharap lebih. Saya kapok dengan harapan yang mewah nan megah, kapok karna harapan itu susah terkabulnya. Saya juga sadar batas kemampuan saya untuk mewujudkan harapan yang mewah nan megah itu. Harapan saya di bulan Agustus adalah, jadikanlah saya orang yang pandai bersyukur.
Pergantian bulan bagi diri saya adalah membuka lembaran baru dalam hidup. Saya selalu ingin merasakan rasa yang berbeda di setiap lembaran hidup saya. Walau pada bulan Juli, empat tahun belakangan ini cuaca pada akhir bulan Juli untuk saya berwarna kelabu, saya selalu bersyukur. Tetapi saya tetap berharap, semoga babak baru akan menjadi lebih baik, tidak lagi melulu kelabu.
Saya akan coba menuliskan tentang Agustus saya tahun lalu.
Agustus saya tahun lalu, setelah melewati cuaca yang berwarna kelabu pada Juli 2013, saya mendapatkan hal yang menggembirakan. Penulisan ilmiah saya sudah di hardcover, sertifikat setara D3 saya mulai dicetak, dan saya harus menunggu sampai September untuk mendapatkannya. Agustus tahun 2013 sangat menyenangkan, semua target saya di perkuliahan tercapai, dan saya libur dengan tenang. Sempat pergi mengunjungi saudara di Tulung Agung, berlibur di sana selama seminggu.
*
Hidup ini adalah perjalanan, hidup ini mempunyai cerita, dan di setiap cerita pasti terdiri dari babak babak. Pergantian bulan bagi saya adalah pergantian babak. Seperti di dalam sebuah cerita, babak baru akan memberikan pengalaman yang baru untuk yang menikmatinya. Dalam babak baru ini penikmat akan diberikan kembali bagian bagian ceritanya, dan yakin atau tidak, bagian cerita itu akan menjadi satu di akhirnya, entah menyatu dalam bentuk cerita yang berakhiran bahagia, atau tidak.
Kita semua berharap, bagian dari babak baru ini semoga menjadi babak yang menyenangkan, tidak ada air mata yang tumpah, tidak membuat kita terlalu pusing dalam memikirkan ceritanya, dan nanti di akhir cerita (entah itu kapan) kita berharap akan menjadi cerita yang berakhir dengan istilah "Bahagia Selamanya".
Tapi harapan tinggal harapan, karna perjalanan hidup kita sudah ada yang mengatur. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik untuk hambanya. Kita tidak mau diberikan kepingan kesusahan dalam babak baru, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain. Misal dengan kesusahan kita akan menjadi orang yang lebih kuat lagi. Kita tidak berharap diberikan kekurangan uang dalam babak baru, tapi mungkin Tuhan punya rencana lain. Misal dengan kita diberikan kekurangan uang kita akan menjadi orang yang lebih menghargai uang, tidak melulu menghabiskannya.
Bulan Agustus akan datang, yang berarti babak baru akan dimulai. Semoga babak baru yang akan dimulai esok hari akan menjadi babak baru yang memberikan kita pelajaran, dengan cerita bahagia dan suka dukanya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan ikhlas menerimanya.
Selamat Datang Agustus.
Nanti dipenghujung bulan Agustus lo bakal bikin tulisan model beginian lagi ?
ReplyDeleteMungkin, kalau pas momennya saya bakal buat postingan model gini lagi di penghujung Agustus. hahaha
Delete