Wahid Sabillah's

Personal Blog

Jalan Jalan Bali (1)

2 comments

Pagi itu dikampus setelah salah satu matakuliah selesai seorang teman di depan saya berceletuk untuk mengajak beberapa temannya liburan. Saya mendengarkannya mengajak teman temannya untuk berlibur.

"Ikut yuk Bi, liburan ke Bali!" saya gak menyangka kalau saya akan diajak untuk berlibur juga. "Kalau bisa ajak yang lain, rencananya kita berangkat Februari 2014, pas libur UAS". "AYOK!" Tanpa pikir panjang saya langsung mengayokan ajakan dari teman saya itu. "Kira kira butuh biaya berapa? terus naik apa? Pesawat? kapal laut?" saya menanyakan kepadanya dengan berapi-api. "dua sampai tiga juta lah" seketika saya menelan ludah, dua sampai tiga juta? dua ratus ribu aja gak ada, apalagi dua sampai tiga juta. "Kita nabung, setiap harinya kita nabung sepuluh ribu, nanti gue beli buku tabungan" katanya menjelaskan, dan saya hanya mengangguk berfikir tentang dua sampai tiga juta, dapet duit darimana pikir saya.

Sesampainya dirumah, saya langsung berfikir bagaimana caranya untuk mendapatkan uang segitu banyaknya dalam waktu lima bulan. Ngutang? minta sama orangtua? kayaknya udah gak pantes untuk mahasiswa yang katanya mau mandiri tapi masih minta sama orangtua. Tunggu, Bagaimana kalau ngumpulin uang dari hasil jualan item game online? sepertinya ide yang bagus.

Waktu itu saya masih sering main game online, nama gamenya The Great Merchant (TGM). dan saya sering berjualan item dari game itu untuk jajan. Saya gak pernah ngitungin sudah seberapa banyak uang yang saya dapatkan dari hasil jualan item di TGM. Tapi kayaknya lumayan banyak. Nah kali ini saya bertekad akan mengumpulkan uang hasil jualan game itu untuk liburan.

Mulai hari itu setiap saya berhasil menjual item TGM, uang yang di transfer si pembeli ke rekening saya tidak pernah saya ambil. Sampai akhirnya ketika dua minggu kemudian ketika teman saya menagih uang untuk membeli tiket pesawat untuk berangkat, saya lihat uang dari hasil menjual item TGM tersebut mencukupi. Waw lumayan juga.

Banyak orang bilang kalau seseorang udah membeli tiket keberangkatan, mau gak mau, pasti orang tersebut akan berusaha untuk membeli tiket pulang. Ternyata benar, dengan sudah dibelinya tiket pesawat berangkat saya jadi lebih giat lagi untuk mencari uang dari TGM. Waktu itu saya bela-belain sampai tengah malam untuk TGM, demi untuk membeli tiket pulang.

Lumayan lama dari hari beli tiket keberangkatan, salah seorang teman saya bilang "Mendingan sekarang kita iseng-iseng sambil cari tiket pulang sama hotel deh" waktu teman saya bilang kalimat itu saya sudah mulai lega, karna saya tau uang di tabungan saya sudah lumayan cukup kalau untuk membeli tiket pulang dengan harga yang sama dengan tiket pergi. Sekarang tinggal gimana caranya untuk cari uang untuk bayar penginapan.

Sampai hari itu saya masih giat mencari uang dari TGM, saya juga me reseller kartu perdana internet demi jalan jalan ke Bali. Selama sisa bulan keberangkatan itu kebiasaan saya untuk pergi ke mall, nonton bioskop saya hentikan. Hanya kegiatan membeli buku cerita setiap bulan yang tetap saya jalanin. Ini semua demi jalan jalan ke Bali. Waktu itu saking iritnya saya melewati beberapa film bagus yang diputar di bioskop, terus sering gak makan kalau di kampus. HIDUP NGIRIT!

Tetapi hidup irit membuahkan hasil, uang yang saya kumpulkan sampai sebulan sebelum keberangkatan sudah cukup. Cukup untuk menyewa hotel, tiket pulang, sewa mobil dan sedikit untuk uang jajan sekaligus pegangan selama disana. Ah, terimakasih TGM.

*

Waktu itu tanggal 24 Desember, besok adalah hari keberangkatan pergi ke Bali. Saya tidak menyangka kalau saya bisa liburan naik pesawat, ke Bali, dengan uang sendiri, hasil dari main game. Malam tanggal 24 saya diantar oleh Bapak pergi kerumah salah seorang teman yang akan ikut liburan juga.

Sebelumnya memang saya dan teman teman udah sepakat, kalau pada tanggal 25, kita akan ke bandara menggunakan DAMRI dari Ps.Minggu jam empat pagi. Kata salah seorang teman yang sering ke bandara perjalanan ke bandara itu bisa menghabiskan dua jam, karna macet. Jadi, karna takut ketinggalan pesawat jam 8:40 kita berangkat naik DAMRI yang jam 5.

Dari rumah teman saya itu, saya harus jalan pagi pagi dibawah rintikan hujan, berdua duaan, untuk nyamperin kost-an teman saya yang lainnya yang jaraknya cukup jauh untuk nunggu jemputan yang akan mengantar kami pergi ke pangkalan DAMRI. Sebenarnya pada malam tanggal 24 Februari itu saya ditawarin sama Ibu untuk diantar ke DAMRI dari rumah, tetapi karna saya sudah janji, ya akhirnya saya pergi pada malam itu kerumah teman saya.

Sekitar jam 5:00 saya dan empat teman lainnya sudah duduk didalam DAMRI. Dengan udara yang masih basah karna hujan yang belum juga reda, DAMRI yang saya naiki berjalan perlahan menuju Bandara.

*

Sekitar 5:30 saya dan teman teman sudah sampai di terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Ternyata cuma 45 menit, dan kita masih harus nunggu untuk Check-in pesawat. Sambil nungguin Check-in kita sempetin foto foto. Foto untuk pertama kalinya di SOETTA!


Foto diatas emang gak keliatan kayak lagi di SOETTA, foto itu diambil di restoran fast food yang ada di terminal 3 SOETTA.

Akhirnya waktu check-in tiba, saya dan teman teman pindah ke tempat nunggu pesawat. Tempat nunggu di terminal 3 keren banget, gak tau emang keren apa karna saya yang norak, tapi asli tempat nunggu atau kata orang orang namanya boarding room di terminal satu emang bagus, dialas dengan karpet tebal, dan bangku yang berjajar teratur, sekelilingnya kaca yang menghadap langsung ke landasan pacu, dari sana saya bisa melihat pesawat pesawat yang lagi parkir.


Di Boarding Room saya dan teman teman menunggu sekitar 1,5 sampai 2 jam. Lumayan lama, dan saya beberapa kali bolak balik ke kamar mandi karna kebelet pipis.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pengumuman pintu boarding untuk pesawat yang akan saya dan tiga teman saya tumpangi terdengar. Satu teman saya masih harus menunggu sekitar 45 menit untuk keberangkatannya, karna dia beda pesawat

Akhirnya saya dan tiga teman saya boarding juga. Saya duduk sendiri terpisah dari ketiga teman saya, disamping saya ada mas mas dengan logat jawanya yang medok asik ngobrol dengan saudaranya yang berada tepat dikursi didepannya. Pramugari mulai memperagakan cara cara penyelamatan diri, dan tidak lama kemudian pesawat yang saya tumpangi-pun Take Off menuju Bali.

Setelah berdoa, didalam hati saya berteriak "BALI, AKU DATANG"
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Wah keren! Usaha mati-matian emi jalan-jalan ke Bali, harus nyontohin yg kyk gini nih! Hehe :D

    Gimana cerita selanjutnya, kak? Pengen bacaaaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tungguin ya kamis depan. Thankyou udah visit.

      Delete