Hari ini libur, besok masuk, kemarin lusa libur, kemarin masuk. Minggu ini penuh dengan yang namanya libur, jadi saya tidak pergi kemana mana. Lagipula masih dalam pekan ujian tengah semester, jadi saya lagi fokus buat belajar dan tetep dengan berfikir bagaimana caranya supaya skripsi yang tengah saya kerjakan selesai.
Postingan kali ini tidak akan bercerita tentang skripsi, tentang dunia kuliah, tentang belajar. Postingan blog kali ini saya akan bercerita tentang mimpi saya mengelilingi dunia.
Mungkin mimpi saya terdengar seperti mimpinya anak kecil, tapi gapapa. Seminggu ini hampir setiap hari saya streaming di youtube tentang perjalanan orang Indonesia yang pergi jalan jalan mengarungi dunia selama satu tahun. Bagi yang suka baca buku yang genrenya "Life Style" pasti sudah tidak asing lagi sama orang yang satu ini. Namanya Mbak Trinity, dia punya account youtube namanya TheNakedTraveler. Di akun itu dia cerita banyak tentang pengalaman dia keliling dunia.
Barusan sebelum saya posting tulisan ini, saya juga sempet streaming tentang trip mahasiswa Indonesia yang lagi study di Glasgow (Scotland) ngadain trip ke UK selama 8 hari. Video yang berdurasi hampir satu jam berisikan tentang pengalaman mereka tentang Trip mereka ke beberapa kota di UK selama 8 hari.
Menonton video orang Indonesia yang trip atau belajar di luar Indonesia adalah salah satu obat pelipur lara dan sekaligus pemacu semangat saya untuk terus berjuang menggapai mimpi tentang tinggal stay di luar Indonesia. Saya tidak peduli bisa stay di Eropa, Amerika, Asia, atau bahkan negara tetangga sekalipun, yang penting saya bisa merasakan dunia ini tidak hanya Indonesia.
*
Selain menonton video di youtube, saya juga hampir setiap hari membaca atau mencari blog orang orang Indonesia yang bisa bekerja, bersekolah di luar negeri. Kemarin saya menemukan blog yang berisi tentang mimpi seseorang untuk tinggal di luar Indonesia, yang kemudian mimpi mimpi itu mulai menjadi nyata sedikit demi sedikit. Mimpi itu menjadi nyata ketika sang suami berhasil lolos tes seleksi menjadi staff lokal di KBRI Kazakhstan, lalu selang beberapa tahun setelah suaminya bekerja di KBRI Kazakhstan, akhirnya istrinya juga ikut pindah bersama anaknya yang masih kecil ikut bersama suami nya tinggal di Kazakhstan.
Karna Kazakhstan sangat dekat dengan Rusia, di dalam blog nya dia juga menceritakan tentang pengalamannya pergi ke Moskow bersama keluarga kecilnya. Mimpinya untuk bisa tinggal di negeri yang mempunyai 4 musim akhirnya terwujud, dan sebenarnya pasti masih banyak lagi orang orang yang mimpinya menjadi kenyataan untuk tinggal, sekolah, ataupun bekerja di luar negeri.
Kata Nidji
"Mimpi Adalah Kunci Untuk Kita Menaklukan Dunia"
Sekali lagi tidak ada salahnya kita untuk terus bermimpi untuk suatu saat nanti bisa berkeliling dunia, atau tinggal di eropa, bertemu orang orang disana, lalu kemudian membagikan cerita tentang negara kita masing masing.
*
Oiya, saya belum menceritakan tentang jalan jalan pertama saya naik pesawat Februari kemarin. Jadi Februari kemarin saya pergi bersama beberapa teman sekelas untuk pergi ke Bali. Itu adalah pengalaman saya pergi keluar pulau jawa, dan untuk kali pertama saya bepergian dengan pesawat.
Kalau kata Farida Susanty di salah satu kalimat di buku The Journeys
"Peta Dunia ini bekerja seperti Game RPG. Kita bisa diam di satu tempat dan peta dunia kita terbatas hanya sebesar itu."
Peta Bali setelah saya pergi ke sana Februari sekarang ini menjadi terang, sebelumnya Peta Bali masih gelap di dalam Peta Dunia Saya. Seperti Game RPG, semakin kita pergi ke tempat tempat yang belum kita kunjungi, peta dunia kita akan semakin terang, dan jelas semakin banyak wawasan yang akan kita dapat.
Perjalan menuju ke Bali kemarin sangat menyenangkan, walaupun cuma empat hari di Bali, tetapi pengalamannya cukup mengesankan. Pengalaman yang paling mengesankan adalah ketika di hari kedua. Agenda hari kedua di bali adalah membeli oleh oleh untuk dibawa pulang ke Jakarta. Waktu itu jam di tangan saya sudah menunjukan waktu solat dzuhur tiba, sebagai penganut agama Islam yang bisa dibilang minoritas disana, mencari mushola, masjid, tempat solat di sana agak susah, tetapi Alhamdulillah ketika setelah membeli oleh-oleh dan bertanya kepada Ibu penjual baju, dan menunjukan kalau di dekat tempat itu ada mushola hati saya menjadi lega karna bisa melaksanakan sholat.
Sebenarnya saya ingin sekali waktu itu bisa lima hari stay di Bali, saya ingin merasakan rasanya Sholat Jum'at disana, tetapi karna satu dan lain hal akhirnya rencana stay di Bali selama 5 hari tidak jadi. Untuk lebih jelasnya nanti saya akan coba ceritakan pengalaman saya dari hari pertama keberangkatan sampai saya pulang.
Saya selalu berdoa, agar cita cita saya, mimpi saya yang sekarang ini setelah kesekian kalinya berubah (Menteri, Sutradara, Dokter) semoga bisa tercapai suatu saat nanti. Saya yakin mimpi ini akan tercapai suatu hari nanti, InsyaAllah.
0 saran:
Post a Comment